Kamis, 15 Oktober 2020

Material Irigasi dan Medicalment pada Perawatan Endodontik

 

Tugas Scal 6

( Material Irigasi dan Medicalment pada Perawatan Endodontik )


Soal : Penggunaan medikalment pada kasus dengan lesi periapikal dan kasus tanpa lesi periapikal.

 

A. Kasus dengan lesi periapeks

          Kebanyakan lesi periapeks (lebih dari 90%) diklasifikasikan menjadi granuloma, kista radikuler atau abses. Terdapat bukti klinis bahwa semakin luas ukuran lesi, maka kemungkinannya adalah akibat kista radikuler. Namun, beberapa lesi luas dapat berupa granuloma atau abses. Diagnosis definitif hanya dapat dipastikan melalui analisis histologis.

        Kalsium hidroksida [Ca(OH)2] telah digunakan selama lebih dari 1 abad sebagai medikamen intrakanal dalam endodontik. Penggunaan Ca(OH)2 sebagai obat saluran akar berhubungan dengan penyembuhan periradikuler, karena memiliki efek antibakterial dan dapat mendorong perbaikan tulang.

  Mekanisme kerja kalsium hidroksida masih bersifat spekulatif, namun diperkirakan akibat kemampuan bahannya yang bersifat antiseptik, antieksudatif dan mampu memicu mineralisasi. Hal ini disebabkan kalsium hidroksida mampu memecah atau larut menjadi ion hidroksil dan kalsium pada daerah saluran akar dan periapeks penggantian medikasi intrakanal kalsium hidroksida secara berkala merupakan hal yang penting dilakukan guna mengurangi intensitas proses inflamasi periapeks, dan juga karena kalsium hidroksida mudah diresorpsi secara progresif oleh cairan periapeks. Medikasi intrakanal kalsium hidroksida mampu mengubah jaringan granulasi inflamasi menjadi jaringan granulasi reparatif dan secara bersamaan dapat mengubah sel mesenkim menjadi sel reparatif. 



B. Kasus penderita pulpitis ireversibel dan periodontitis apikalis akut

  •  Steroid/kortikosteroid
    • Kortikosteroid merupakan suatu bahan yang dapat mengontrol rasa nyeri dan inflamasi. Digunakan sebagai medikamen intrakanal karena berpotensi menurunkan nyeri gigi.
    • Pemberian sediaan ini pada pasien penderita pulpitis ireversibel dan periodontitis apikalis akut akan sangat membantu. Kombinasi triamsinolon 1% (glukokortikoid) dengan antibiotik, demeklosiklin 3%, dapat berdifusi melalui tubulus dentinalis dan sementum untuk mencapai jaringan periodonsium dan periapikal. Kombinasi ini mengurangi jumlah S. aureus dalam tubulus dentinalis maupun setelah rekontaminasi. Karena kortikosteroid merupakan suatu bahan biokompatibel, penempatan dalam intrakanal merupakan standar protokol untuk tindakan darurat pada trauma yang diprediksi dapat terjadi resorpsi akar, atau infeksi pulpa, sepanjang sumber infeksi sudah dihilangkan.




REFERENSI :

  1. Venugopal P, Kumar SA, Jyothi KN. Successful healing of periapical lesions with non-surgical endodontic approach. J Dent Sci Res 2011; 2:1 6
  2. Shailaja S, Suresh BS. Endodontic Microflora -A Review. J Oral Health Comm Dent. 2014;8 (3):160-5
  3. Kim D, Kim E, Antimicrobial effect of calcium hydroxide as an intracanal medicament in root canal treatment: a literature review- Part I. In vitro studies. Restor Dent Endod. 2014 Nov; 39(4): 241-52
  4. Heithersay GS. Calcium hydroxide in the treatment of pulpless teeth with associated pathology. J Br Endod Soc 1975;8:74-93.
  5. Dwivedi S, Dwivedi CD, Chaturvedi TP, Baranwal HC. Management of a large radicular cyst: A non-surgical endodontic approach. Saudi Endod J. 2014;4(3):145-48
  6. Farhad A, Mohammadi Z. Calcium hydroxide: A review. Int Dent J 2005;55:293-301.
  7. Indrya K. Mattulada: Pemilihan medikamen intrakanal antar kunjungan. Dentofasial, Vol.9, No.1, April 2010:63-68

 

Senin, 05 Oktober 2020

Blok Prosthodosia 2 Page Title

Gigi Tiruan Sebagian Lepasan

    GTSL atau removable partial denture merupakan gigi tiruan yang digunakan untuk menggantikan satu atau lebih gigi yang hilang beserta jaringan sekitar di bawahnya dan dirancang untuk dapat dilepas pasang oleh pemakainya.

    • Tujuan
      • Memperbaiki fungsi pengunyahan.
      • Memperbaiki penampilan/estetika.
      • Memperbaiki fungsi fonetik.
      • Menjaga kesehatan jaringan Mulut dan jaringan yang ikut seta dalam mekanisme pengunyahan.
      • Mencegah terjadinya migrasi pada gigi akibat adanya gigi yang hilang dan dapat meningkatkan distribusi beban kunyah.

      Sumber : Phoenix RD., Cagna DR., Stewart’s Clinical Removable Partial Prosthodon-tics. Quintessence, Chicago, 4th ed. 2008. Page: 6.

    • Indikasi dan KontraIndikasi
      • Indikasi
        • Keadaan hilangnya gigi dengan area edentulous yang panjang.
        • Adanya resorpsi atau kerusakan tulang alveolar yang parah.
        • Tidak adanya gigi penyangga untuk gigi tiruan cekat.
        • Jaringan periodontal yang ada tidak mampu untuk mendukung gigi tiruan cekat.
        • Masalah fisik (ex. Penyakit jantung)-untuk meminimalisir waktu di dental chair.
        • Kebutuhan untuk perawatan immediate setelah pencabutan gigi.
        • Pertimbangan biaya yang lebih murah dan keinginan pasien.

      • KontraIndikasi
        • Kurangnya gigi yang tepat sebagai dukungan, retensi, stabilisasi gigi tiruan sebagian lepasan.
        • Rampan karies atau kondisi periodontal yang tidak sehat.
        • Kebersihan rongga mulut yang buruk.
        • Pasien tidak kooperatif.

      Sumber : Andrianto Soeprapto.Buku Pedoman dan Tatalaksana Praktik Kedokteran Gigi. Andi.2016. Page: 221

    • Jenis GTSL

      Berdasarkan cara pembuatan dan pemasangannya terbagi 2, yaitu :

      1. Gigi tiruan konvensional
      2. Gigi tiruan konversional adalah suatu gigi tiruan yang dibuat setelah semua gigi yang berindikasi pencabutan, selesai dicabut, sebelum geligi tiruan tadi dibuat. Bagian-bagian geligi tiruan ini, yaitu elemen, basis/sadel, penahan dan konektor lengkap.

      3. Gigi tiruan imidiat
      4. Geligi tiruan ini langsung dipasang segera setelah gigi asli dicabut. Geligi tiruan ini dibuat dan dipersiapkan sebelum gigi-gigi yang berindikasi ekstraksi tadi dicabut. Pemasangan geligi tiruan ini dapat dilakukan pada hampir semua kasus.

      Sumber : Gunadi, Haryanto A., dkk. 2012. Buku Ajar Ilmu Geligi Tiruan Sebagian Lepasan Jilid 2 (345, 367). Jakarta : Hipokrates.

      Berdasarkan bahan basis gigi tiruan terbagi 2, yaitu :

      1. Gigi tiruan sebagian kerangka logam
        • Indikasi
          • Keinginan pasien.
          • Pasien dengan keadaan sosio-ekonomi mampu.
          • Tidak mudah patah, lebih stabil, tidak menyerap air.
            Nyaman, basis dapat dibuat lebih kecil.
          • Area edentulous Panjang.
          • Jaringan periodontal gigi geligi kurang baik
        • Bahan
          • Menggunakan Cobalt Chromium Alloys.
          • Nikel Chromiun alloys.
          • Type.
        • Kelebihan
          • Lebih kuat daripada akrilik.
          • Meningkatnya adaptasi jaringan dibawahnya.
          • Meningkatkan kebersihan.
          • Peningkatan konduktifitas termal.
          • Tidak dapat menyerap air.
          • Tidak terjadi perubahan warna.
        • Kekurangan
          • Kemungkinan bagian cengkram terlihat -> kurang estetis.
          • Lebih mahal.

Sabtu, 03 Oktober 2020

Blok Prosthodosia 2 Page Title

Klasifikasi Kennedy

Metode klasifikasi yang umumnya digunakan untuk kehilangan gigi sebagian adalah Klasifikasi Kennedy. Klasifikasi ini diperkenalkan oleh Dr. Edward Kennedy pada tahun 1925 di New York.Kalsifikasi ini relatif simpel dan mudah dipakai untuk hampir keseluruhan kondisi kehilangan gigi.

Klasifikasi ini terbagi menjadi 4 Kelas, yaitu:

  1. Kelas I : Bilateral free end saddle. Ditandai dengan kehilangan gigi bilateral di area posterior dari gigi yang tersisa.
  2. Kelas II Unilateral free end saddle. Ditunjukkan dengan kehilangan gigi unilateral di area posterior dari gigi yang tersisa.
  3. Kelas III Bounded saddle. Menunjukkan kehiangan gigi unilateral dengan gigi asli di anterior dan posterior area edentulous.
  4. Kelas IV Anterior saddle. Menunjukkan area kehilangan gigi single, bilateral dan terletak di anterior dari gigi sisa. Perlu diketahui bahwa kehilangan gigi ini harus melewati midline.
  5. Sumber : McCracken’s. Alan B,DMD, MS. David T. Brown, DDS, MS Pemovable Partial Prosthodontics edisi 12.

Oral Melanotic Macule-Variasi Normal dan Lesi Non Putih

  Oral Melanotic Macule Deskripsi Lesi Tipe lesi : macule Bentuk : oval/ bulat Ukuran : < 1cm Lokasi : mukosa bukal gingiba Warna : cokla...